Senin, 05 September 2016

Penulisan Pertama Dari Kamar Tanpa Jendela - (Pertama)

Ini adalah kali pertama aku menulis di blog ini, aku adalah seorang yang bukan siapa-siapa, yang hanya terjaga ditengah malam karena sebuah impian.

Mimpiku kini dimulai dengan kawan yang bernama malam, mencoba menulis sebagian dari perjalanan hidup untuk menempuh apa yang ku-impikan. Aku tidak bilang bahwa aku tidak beruntung, ini hanya tentang waktu, karena tuhan sedang mempersiapkan segalanya.

Aku miskin? tidak juga !! Aku cuma manusia yang merasa sangat beruntung karena pernah mengalami kesulitan.

Loh kok bisa ? kesulitan kok disyukuri ?

Lupakah kita bahwa kesulitan yang diberi tuhan merupakan karunia ? Tuhan lebih tau dalam memperlakukan ciptaannya, dia lebih berhak atas kita melebihi rasa berhak kita terhadap diri kita sendiri. Ingat saja bahwa kita bukanlah siapa-siapa !!

Jika kalian bilang kesulitan adalah ketidakberuntungan, maka kalian salah. Justru beruntunglah kalian karena pernah mengalami kesulitan. Kesulitan itu akan menjadi cerita, akan menjadi hal yang luar biasa dan akan menjadi kisah yang dihargai mahal oleh sang pencipta.

Dikamar ini, yang ukurannya cuma setegak badan, tempat mimpi-mimpi coba di bangun, terdapat sebuah laptop kumal tempat ku mengisah cerita. Bukan dengan seteguk kopi apalagi sesuap makanan yang membuatku kenyang. Disini hanya ada keinginan, sebuah mimpi dan setengah kesenangan.

Jika kesenangan hanya setengah, maka demi susunan kalimat yang saat ini sedang ku-buat, aku bersumpah, segalanya agak jadi baik.

Jika seandainya seorang pria boleh mengeluh karena ketidakpunyaan, maka aku akan mengeluh. Tapi bukankah pria bisa dinilai kaya karena harga dirinya? Mengeluh hanya akan membuat harga diri seorang pria menjadi murah.

Aku bukan sampah !!, maka biarkan aku bersumpah dengan bismillah, " aku tak mau susah".

Didalam kamar tanpa jendela ini, kutuangkan segala emosi tentang keinginan untuk meraih segalanya, bukan tentang keinginan menjadi kaya, ini lebih dari itu, ini tentang keinginanku, ini tentang mimpiku, ini tentang orang-orang yang ada disekelilingku.

Jakarta 5 september 2016.
Ari setiadi.


0 komentar:

Posting Komentar